Structural Engineer and Architect
HASIL OUTPUT HITUNGAN STRUKTUR KAMI :
Laporan Struktur : Kover Gedung, Kata Pengantar, Laporan Gedung, Lampiran Hitungan, Hasil Sap, Lampiran 2D&3D SAP, Resume Hasil Analisis Struktur. Gambar Struktur : Denah Struktur Pondasi CAD, Denah Struktur Kolom CAD, Denah Struktur Sloof CAD, Denah Struktur Balok CAD, Denah Struktur Ring Balok CAD, Detail Pembesian Kolom CAD,Detail Pembesian Sloof CAD, Detail Pembesian Balok CAD,Detail Pembesian Ringbalok CAD, Detail Pembesian Plat Lantai CAD, Detail Pembesian Tangga CAD, Detail Pembesian Pondasi CAD.
Perhitungan Struktur Sesuai Syarat SNI Untuk Setiap Provinsi.

Biaya Laporan Struktur & Gambar Struktur Untuk Bangunan Gedung Dan Rumah Rp 6.000-10.000/ m2 luas bangunan (Murah, Flexibel dan Professional )

Data yang dibutuhkan oleh "ARSITEK STRUKTUR" dalam analisa struktur, antara lain:
• CAD file bangunan ( Denah, Tampak, Potongan)
• Jika ada"Soil test/laporan tanah (untuk kepentingan analisa pondasi)"

*Kirim Data Anda Ke Email : arsitekstruktur@yahoo.com

" File Contoh Dokumen Struktur bisa diLihat Sekilas disini"

"Your Sctructural Engineer Partner" Konsultan Arsitek/ Sipil dari Bapak/Ibu Untuk Project Struktur Maupun Arsitektur- Mitra Continue ( Berkelanjutan)"
HP/Whatshap : 085216560438



CONTOH LAPORAN STRUKTUR ( PERENCANAAN STRUKTUR RUMAH KOS TIGA LANTAI ) SEBANYAK 190 HALAMAN

Laporan Struktur ini yang kami upload adalah 4 Lembar dari 190 Lembar A4 Untuk Perencanaan Struktur Rumah Kos Berlantai 3 ( 8 m x 19, 75 m x 3 Lantai ) = 474 m2 ) di Jakarta Pusat dengan SAP2000





Laporan Struktur : Kover Gedung, Kata Pengantar, Laporan Gedung, Lampiran Hitungan, Hasil Sap, Lampiran 2D&3D SAP, Resume Hasil Analisis Struktur. Gambar Struktur :Denah Struktur Pondasi CAD, Denah Struktur Kolom CAD, Denah Struktur Sloof CAD,Denah Struktur Balok CAD, Denah Struktur Ring Balok CAD, Detail Pembesian Kolom CAD,Detail Pembesian Sloof CAD, Detail Pembesian Balok CAD,Detail Pembesian Ringbalok CAD, Detail Pembesian Plat Lantai CAD, Detail Pembesian Tangga CAD, Detail Pembesian Pondasi CAD.


A.    Adapun Standar yang digunakan dalam perencanaan ini adalah:

1. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung, 1983 (PPIUG-1983)
2. Tata Cara Pembebanan Untuk Rumah Dan Gedung (SNI-03-1727-  1989)
3. Tata Cara Perhitungan  Ketahana Gempa Untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1726-2012)
4. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002).

B. Referensi-referensi Perencanaan

1. Tavio Benny Kusuma, 2009, Desain Rangka Pemikul Momen dan Dinding Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa, ITS Press.
2. Suhardjito, 1989, Teknik Pondasi, Laboratorium Geoteknik Pusat Antar Universitas Ilmu Rekayasa ITB, Bandung.
3. Cristiady, 2002, Teknik Pondasi I, Beta Offset, Edisi ke-2, Yokyakarta.
4. Cristiady, 2001, Teknik Pondasi II, Beta Offset, Edisi ke-1, Yokyakarta.

Laporan Struktur ini yang kami upload adalah 4 Lembar dari 190 Lembar A4 Untuk Perencanaan Struktur Rumah Kos Berlantai 3 ( 8 m x 19, 75 m x 3 Lantai ) = 474 m2 ) 
---------------------------------------------------------------------------------------------------

   
Jika Anda membutuhkan jasa hitungan struktur  kami, bisa di hubungi di No. Hp : 085216560438

PIN: 5A702F21,  Untuk Portofolio bisa dilihat disini

5 ALASAN MENGAPA ANDA HARUS MENGGUNAKAN JASA HITUNG STRUKTUR KAMI ?


5 ALASAN MENGAPA ANDA HARUS MENGGUNAKAN JASA HITUNG STRUKTUR KAMI ?

Jasa Hitung Struktur www.arsitekstruktur.com



5.Alasan mengapa Anda harus menggunakan jasa hitung struktur kami:
  1. Pekerjaan struktur Anda lebih hemat/ekonomis dan kuat
  2. Kami telah berpengalaman lebih 5 tahun dibidang jasa hitung struktur Bangunan
  3. Kami Menggunakan Metode Analisis Struktur Gempa Terbaru 2012
  4. Rahasia Perusahaan anda akan terjamin, kecuali jika ada persetujuan untuk di upload di dalam website.
  5. Anda akan lebih fokus pada pekerjaan utama Anda

5. Layanan Kami:

  1. Jasa hitung struktur bangunan / perencanaan struktur
  2. Jasa Review  struktur bangunan
  3. Analisa kelayakan struktur bangunan
  4. Detail Engineering Design (DED) struktur
  5. Gambar 3D Rumah, Gedung, Dermaga, dan Bangunan Lainnya

PERHITUNGAN STRUKTUR BANGUNAN RUKO DENGAN SAP 2000 V.14 DI SUlAWESI




Perencanaan Ruko ini menggunakan sistem komputer. Proses perhitungan struktur menggunakan program SAP2000 v.14. Tahapan perencanaan yang harus dilakukan dalam analisis dan perencanaan struktur gedung sebagai berikut :

a. Permodelan struktur;
b. Pemasukan data;
c. Analisis struktur;
d. Pendimensian akhir struktur.

Pembahasan :

a. Permodelan struktur;

Struktur yang ditinjau adalah keseluruhan struktur Ruko. Sistem struktur yang akan dimodelkan ke dalam SAP2000 adalah berupa rangka ruang (space frame) 

b. Pemasukan data;

Data yang dimasukkan berupa data bangunan, mutu bahan yang digunakan dalam pengerjaan konstruksi, beban yang bekerja pada struktur dan pendimensian awal. 

c. Analisis struktur;

Analisis struktur dengan memakai SAP2000 yang mana salah satu program untuk menghitung element struktur, analisis  yang akan dilakukan oleh SAP2000 ialah gaya dalam yang dikenai gaya luar tertentu (bisa berupa beban tetap, momen, displacement, perubahan suhu, dan lain-lain).Program SAP2000 dirancang sangat interaktif, sehingga beberapa hal dapat dilakukan, misalnya mengontrol kondisi tegangan pada elemen struktur, mengubah dimensi batang, mengganti peraturan (code) perancangan tanpa harus mengulang analisis struktur. Namun demikian, ada hal yang tidak diperhitungkan oleh program ini dan harus dilakukan sendiri oleh perencana. Hal tersebut berupa pendetailan, penyusunan tulangan longitudinal pada kolom dan balok beton bertulang, persyaratan daktilitas minimum struktur atau rasio tulangan minimum.
Proses pemasukan data-data material dan pembebanan kedalam program SAP2000 dilakukan secara manual. Secara garis besar tahap ini terdiri dari beberapa urutan kerja yaitu:

1. Memodelkan struktur kedalam SAP 2000 dalam bentuk rangka ruang (space frame) untuk perhitungan struktur utama. Selanjutnya penomoran titik-titik nodal dan elemen (balok dan kolom) dilakukan secara otomatis oleh program SAP2000.
2. Evaluasi dimensi-dimensi elemen batang (kolom dan balok). Untuk   perhitungan struktur utama digunakan kolom persegi dan balok persegi panjang.
3. Memasukkan beban-beban yang bekerja berupa beban statis yang   diperhitungkan berupa beban mati dan beban hidup yang bekerja pada struktur berdasarkan distribusi bebannya dibedakan menjadi beban segitiga, beban trapesium, beban terbagi rata dan beban terpusat. Sedangkan beban dinamis yang diperhitungkan yaitu beban angin dan beban gempa. Beban angin dianggap beban terpusat yang bekerja pada pertemuan antara kolom dan balok di luasan yang diterpa angin secara langsung. Untuk beban gempa, parameter-parameter yang dimasukkan kedalam program SAP2000 adalah massa bangunan per lantai dalam suatu titik pusat massa dan data percepatan tanah akibat gempa berdasarkan kurva respon spektrum. Kombinasi pembebanan juga dimasukkan ke dalam program SAP2000, dimana kombinasi maksimum akan menghasilkan gaya-gaya dalam yang menentukan dalam perhitungan dimensi struktur. Gaya-gaya dalam terdiri dari momen, gaya lintang dan gaya normal.

Pemodelan struktur 3D (space frame) dilakukan dengan program komputer dengan model diafragma lantai kaku .
-Deformasi struktur kecil dan material isotropik;
-Efek P-Delta kolom sangat kecil dan diabaikan;
-Plat lantai dianggap sebagai diafragma sangat kaku pada bidangnya;
-Balok dan kolom bertemu pada sumbu utamanya masing-masing;
-Sistem kolom, balok dan plat lantai merupakan kesatuan monolit dan beton bertulang.

d. Pendimensian akhir struktur.

Setelah gaya-gaya dalam (momen, gaya geser dan gaya normal) didapat dari tahap analisis struktur melalui permodelan open frame, kemudian tahap selanjutnya adalah mendapatkan luas tulangan perlu pada elemen kolom dan balok yang dapat langsung dengan menggunakan SAP2000. Perhitungan penulangan balok dan kolom dilakukan secara manual dengan menggunakan Software Microsoft Excel. Pendimensian struktur dilakukan untuk mendapatkan penampang aman terhadap beban yang bekerja pada masing-masing elemen struktur.

PENTINGNYA MENGGUNAKAN PERHITUNGAN STRUKTUR DAN GAMBAR STRUKTUR DALAM PERENCANAAN BANGUNAN KONSTRUKSI !!

KENAPA HARUS MENGGUNAKAN PERHITUNGAN STRUKTUR DAN GAMBAR STRUKTUR DALAM PERENCANAAN BANGUNAN KONSTRUKSI ?

Mengingat Kondisi Indonesia yang rawan gempa, maka perhitungan struktur dalam bangunan gedung, rumah, dermaga dan bangunan konstruksi lainnya sangat dibutuhkan, karena dengan adanya perhitungan struktur yang kita perhitungkan sesuai peraturan standard konstruksi untuk setiap kondisi wilayah, dan jenis tanah yang berbeda beda tergantung lokasi provinsi, maka kita akan tahu kekuatan struktur bangunan yang cocok dari hasil perhitungan struktur yang akurat, kita bisa mendapatkan dimensi balok struktur, dimensi kolom, besi beton yang akan dipakai bukan dari perkiraan saja tapi berdasarkan ilmu pasti sehingga kebutuhan untuk menahan struktur agar tetap berdiri dan tidak roboh karena akan disesuaikan dengan beban yang dibebankan, sehingga penggunaan material akan sesuai terhadap kondisi prototipe bangunan tersebut. kita bisa bayangkan saja total untuk biaya pembangunan struktur saja biasanya mencapai 40%-50% dari biaya pembangunan, padahal harga material seperti besi beton, semen, dan pasir selalu naik tiap tahunnya. sejujurnya kita tidak mau membuang biaya dengan percuma akibat pembangunan struktur dari hasil perkiraan?

KONSEP ARSITEKTURAL DAN STRUKTURAL DALAM BANGUNAN KONTRUKSI

KONSEP ARSITEKTURAL DAN STRUKTURAL DALAM BANGUNAN KONTRUKSI


Selain desain dari arsitektural, adahal yang sangat penting dalam kontruksi, yaitu struktur, dan ini merupakan hal yang sangat vital dalam kontruksi rumah atau gedung. arsitektural dan struktur yangmana keduanya adalah penopang sehingga bisa berdiri dengan kuat dan kokoh. untuk lebih mengerti makna dari struktur, maka saya akan membahasnya di postingan ini. Struktur adalah tiang secara vertikal dan horizontal bangunan yang tersusun dari elemen- elemen struktur sehingga bangunan menjadi kokoh, dan angka penurunan yang terjadi lebih kecil dari batas ketentuan settlement yang di ijinkan.

Element struktur merupakan sesuatu yang sangat penting, maka untuk menampilkan bangunan terlihat kuat dan punya estetika, maka konsep struktur dan arsitektur harus digabung. contoh element struktur : kolom,sloof, balok, ring balok, pelat lantai, sedangkan element arsitektural ( non- struktural ) adalah sesuatu yang mencakup perwajahan, intreior arsitektur, dan detail-detail arsitektur.

Jika seluruh element struktur dan nonstruktural dipadu maka bangunan itu akan menjadi kuat dan estetis. seluruh elemen element ini didefinisikan sebagai konstruksi.

Elemen- elemen struktur bangunan dibagi menjadi dua kategori

1. Upper Structure ( Bangunan Atas )

  Upper Structure adalah bangunan yang terletak di atas permukaan tanah
a. Konstruksi atap
b. Ring balok
c. Kolom lantai dua ( beton bertulang )
d. Pelat lantai 2 ( beton bertulang )
e. Balok pelat lantai dua ( beton bertulang )
f.  Kolom  ( beton bertulang )
g. Sloof ( beton bertulang )
h. Tangga ( beton bertulang )

2. Sub Structure ( Bangunan bawah )

   Sub Structure ( Bangunan bawah ) adalah bangunan yang berada di bawah permukaan tanah
a. Pondasi batu kali
b. Pondasi Tapak
c. Pondasi tiang pancang
d. Pondasi Bore Pile
e. Pondasi Sumuran dan jenis pondasi lainnya


Untuk menghasilkan elemen struktur yang kokoh, maka kita harus mempertimbangkan beban-beban yang ada pada struktur tersebut, karena element struktur berfungsi untuk menahan beban-beban pada sebuah bangunan. ada empat beban yang bekerja pada elemen struktur, yaitu beban mati ( dead laoads), beban hidup ( live loads), beban angin ( wind load ), dan beban gempa ( earthquake loads)

1. Beban mati ( dead loads)

    Beban mati ( dead loads) adalah berat suatu elemen struktur dan non-struktural yang membebani elemen- ement struktur dibawahnya. beberapa contoh beban mati :
a. Beban mati pelat lantai
b. Konstruksi atap
c. Kosen pintu dan jendela
d. Dinding-dinding batu bata
e. Konstruksi roof dan banyak yang lainnya

2. Beban hidup ( live loads)

   Beban hidup ( live loads) merupakan beban yang bersifat tidak tetap ( sementara ) misalnya berat dari orang dan material estetika yang lainnya yang besifat begerak. Beban hidup juga dibagi dua versi, yaitu beban hidup terpusat dan beban hidup merata. beban hidup terpusat terjadi jika beban tesebut tidak berpindah tempat. sedangkan beban hidup merata terjadi jika beban berpindah pindah tempat.

Contoh beban hidup terpusat yaitu beban tukang yang sedang memperbaiki genteng atap, beban perabot pada kamar tidur, dll. sedangkan contoh beban hidup terbagi merata yaitu beban air hujan yang turun, beban hidup anak dan orang dewasa yang lalu lalang di sebuah ruangan, misalnya di library.

3. Beban Angin ( Wind loads)

    Beban angin ( Wind Loads) adalah semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang disebabkan selisih tekanan udara. Dalam ketentuan tersebut disyaratkan tekanan angin minimum sebesar 25 kg/m2 kecuali, untuk daerah sejauh lebih kecil dari 5 kilometer dari pantai diambil minimum sebesar 40 kg/m2. Koefisien angin pada gedung tertutup untuk bidang-bidang luar dinding vertikal adalah :
 a.    Angin tekan                                 + 0.9
         b.    Angin hisap                                  - 0.4 

3. Beban Gempa  ( Earthquake loads)

      Beban gempa adalah semua beban statik ekuivalen yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang diakibatkan oleh pengaruh gerakan tanah akibat gempa, dan setiap perencanaan gedung struktur bertingkat harus diperhitungkan terhadap beban gempa. Analisis struktur untuk pengaruh gempa bumi harus berdasarkan studi respon struktur terhadap gerakan tanah akibat gempa dan daerah gempa yang diberikan adalah sesuai dengan letak bangunan yang didirikan, kekuatan tanah dan jenis tanah.


PERENCANAAN STRUKTUR DERMAGA DENGAN SAP 2000 ( PROJECT DERMAGA/ JETTY )

PERENCANAAN STRUKTUR  DERMAGA DENGAN SAP 2000 ( PROJECT DERMAGA/ JETTY )

Beban-beban yang ditinjau dalam análisis struktur Dermaga adalah beban tetap dan beban tidak tetap. Beban tetap merupakan gabungan berat sendiri bagian struktur dengan beban hidup yang disyaratkan. Beban tidak tetap terdiri dari beban yang disebabkan oleh beban gelombang, arus dan gempa.
Struktur dan komponennya harus analisis sehingga semua penampang mempunyai kuat rencana minimum sama dengan kuat perlu, dihitung berdasarkan kombinasi beban dan gaya terfaktor yang sesuai ketentuan untuk menjamin tercapainya perilaku struktur yang cukup baik pada beban kerja.

1.        Beban Mati (Dead Load)

Beban mati yang merupakan berat sendiri konstruksi menurut Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung dan non gedung PPI 1983 adalah seperti tabel berikut:
BAHAN BANGUNAN
Baja
Batu alam
Batu belah
Batu karang
Batu pecah
Besi tuang
Beton
Beton bertulang
Kayu kelas I
Kerikil
Pasangan bata merah
Pasangan batu belah
Pasangan batu cetak
Pasangan batu karang
Pasir
Tanah, lempung dan lanau
Timah hitam
KOMPONEN
Adukan per cm tebal:
-          dari semen
-          dari kapur


Aspal termasuk bahan bahan mineral penambah, per cm tebalmerah

7.850 kg/m3
2.600 kg/m3
1.500 kg/m3
700 kg/m3
1.450 kg/m3
7.250 kg/m3
2.200 kg/m3
2.400 kg/m3
1.000 kg/m3
1.650 kg/m3
1.700 kg/m3
2.200 kg/m3
2.200 kg/m3
1.450 kg/m3
1.850 kg/m3
1.700 kg/m3
11.400 kg/m3


21 kg/m2
17 kg/m2
14 kg/m2



2.        Beban Hidup (Live Load)

Beban hidup yang timbul pada lantai dermaga biasanya adalah 2000 – 4000 kg/m2 (Kramadibrata, 2002 : 233). 

3.        Beban Gempa (Earthquake)

SNI-1726-2012, membagi  wilayah gempa indonesia, Perhitungan beban gempa pada masing-masing wilayah gempa didasarkan nilai faktor respon  spectrum (C) pada grafik respon spectrum gempa rencana. Pada grafik respon spectrum gempa rencana selain faktor wilayah gempa, jenis tanah dasar juga menentukan faktor respon spectrum (C). Terdapat jenis tanah yang dapat dipilih yaitu jenis tanah batuan, tanah lunak, tanah sedang dan tanah keras.

PERENCANAAN STRUKTUR  DERMAGA DENGAN SAP 2000 ( PROJECT DERMAGA/ JETTY )

Gambar Peta Zonasi gempa , Sumber : SNI 03-1726-2012

SNI-1727-1987 : 2, beban gempa adalah semua beban yang bekerja pada gedung atau non-gedung (dermaga) yang diakibatkan oleh pengaruh gerakan tanah akibat gempa, dan setiap perencanaan struktur harus diperhitungkan terhadap beban gempa. Analisis struktur untuk pengaruh gempa bumi harus berdasarkan studi respon struktur terhadap gerakan tanah akibat gempa. Koefisien gempa tergantung kepada wilayah gempa, jenis tanah dan waktu getar alami (T).

4.        Beban Sandar (berthing forces)

            Benturan maksimum dianggap terjadi apabila kapal bermuatan penuh menghantam dermaga pada sudut 10o terhadap sisi depan dermaga. Gaya benturan yang harus ditahan dermaga tergantung pada energi benturan yang diserap oleh sistem fender yang dipasang pada dermaga. Gaya benturan bekerja secara horizontal dan dapat dihitung berdasarkan energi benturan. Besarnya energi benturan diberikan oleh rumus berikut (Triatmodjo, 2009:218):
dengan :


            E     : energi benturan (ton meter);
            V     :  komponen tegak lurus sisi dermaga dari kecepatan kapal pada                           membentur dermaga (m/d);
            W   : displacement (berat) kapal (ton);
            g     : percepatan gravitasi (m/dt2);
            Cm   : koefisien massa;
            Ce   : koefisien eksentrisitas;
            Cs       : koefisien kekerasan (diambil 1);
            Cc    : koefisien bentuk dari tambatan (diambil 1).
            Secara umum kecepatan merapat kapal dapat dilihat pada tabel berikut.
Ukuran kapal (DWT)
Kecepatan Merapat
Pelabuhan (m/d)
Laut terbuka (m/d)
Sampai 500
0,25
0,30
500-10.000
0,15
0,20
10.000-30.000
0,15
0,15
Di atas 30.000
0,12
0,15
            Sumber : Triatmodjo, (2009 : 219)
            Koefisien massa tergantung pada gerakan air di sekeliling kapal, yang dapat dihitung dengan persamaan berikut :
        




        dengan :
         Cb  : koefisien blok kapal;
         : displacement (berat) kapal (ton);
         d    : draft kapal (m);
         B   : lebar kapal (m);
         Lpp   : panjang garis air(m);
         o : berat jenis air laut (kgf/m3).
         Koefisien eksentrisitas adalah perbandingan antara energi sisa dan energi kinetik kapal yang merapat dan dapat dihitung dengan rumus berikut :
          

dengan :
           l  : jarak sepanjang permukaan air dermaga dari pusat titik berat kapal                                         sampai titik sandar kapal;
           r :  jari-jari putaran di sekeliling pusat berat kapal pada permukaan air           
          


                                                                     Grafik Jari-Jari Putar
Sumber : Triatmodjo, (2009 : 221) 


         Panjang garis air (Lpp) dapat dihitung dengan rumus berikut :
         Lpp = 0,846Loa1,0193
         Titik tolak pertama antara kapal dan dermaga adalah suatu titik dari ¼ panjang kapal pada dermaga.

5.        Beban Tambat (mooring forces)

            Kapal yang merapat di dermaga akan ditambat dengan menggunakan tali ke alat penambat yang disebut bollard. Gaya tarikan kapal pada alat penambat yang disebabkan oleh angin dan arus pada badan kapal disebut gaya tambat (mooring forces). Berikut diberikan metode untuk menghitung gaya tarikan kapal yang ditimbulkan oleh angin dan arus (Triatmodjo, 2009:222):

a.         Gaya akibat angin
            Angin yang berhembus ke badan kapal yang ditambatkan pada bollard akan menyebabkan gerakan kapal yang bisa menimbulkan gaya tarik pada dermaga. Besarnya angin tergantung pada arah hembusan angin dan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (Triatmodjo, 2009:222):

1.      Gaya longitudinal apabila angin datang arah haluan ( = 00)
        

2.      Gaya longitudinal apabila angin datang arah buritan ( = 1800)
          

3.      Gaya lateral apabila angin datang dari arah lebar ( = 900)
                 


dengan :
         Rw  : gaya akibat angin (kg);
         Qa    : tekanan angin (kg/m2);
         V    : kecepatan angin (m/dt);
         Aw    : proyeksi bidang yang tertiup angin (m2).

b.         Gaya akibat arus
            Arus yang bekerja pada kapal yang terendam air akan menyebabkan terjadinya gaya pada kapal yang diteruskan pada dermaga. Besarnya gaya yang ditimbulkan oleh arus dapat dihitung dengan persamaan berikut (Triatmodjo, 2009:223) :
        

dengan :
           Ra   : gaya akibat arus (kgf);
           Ac   : luas tampang kapal yang terendam air (m2);
           :rapat massa air laut (1025 kg/m3);
           Vc   : kecepatan arus (m/d);
           Cc   : koefisien tekanan arus.

            Nilai Cc adalah faktor untuk menghitung gaya lateral dan memanjang. Nilai Cc tergantung pada bentuk kapal dan kedalaman air di depan tambatan. Faktor untuk menghitung gaya arus memanjang (longitudinal) bervariasi dari 0,2 untuk laut dalam dan 0,6 untuk perbandingan antara kedalaman air dan draft kapal mendekati 1. Faktor untuk menghitung gaya arus melintang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Deskripsi
Cc
Gaya arus melintang
Gaya arus memanjang
Air dalam
1,0 - 1,5
0,2
Kedalaman air/draft kapal =2
2,0
-
Kedalaman air /draft kapal = 1,5
3,0
-
Kedalaman air /draft kapal = 1,1
5,0
-
Kedalaman air/draft kapal =1
6,0
-
Kedalaman air/draft kapal = 1
-
0,6
                Sumber : Triatmodjo, (2009 : 233)

6.        Beban Gelombang pada Tiang
            Total gaya horizontal yang terjadi pada struktur tiang adalah sebagai berikut.

Dimana :
Fx        = gaya total pada arah x (N)
Fd max = gaya drag maximum (N)
Fi max­ = gaya inersia maksimum (N)
ρ          = berat jenis air laut (1025 kg/m3)
g          = percepatan gravitasi (9,81 m/det2)
D         = Dimensi tiang rencana (m)
H         = tinggi gelombang rencana pada kolam pelabuhan (m)
h          = tinggi muka air (m)
k          = bilangan gelombang ( )
Cd        = koefisian drag
Cm      = koefisien inersia

                                                   Tabel 6.1 Drag coefficient 
PERENCANAAN STRUKTUR  DERMAGA DENGAN SAP 2000 ( PROJECT DERMAGA/ JETTY )

 Sumber : OCDI (The Overseas Coastal Area Development Institute), 2002 : 139

                                                Tabel 6.2 Innertia coefficient 
PERENCANAAN STRUKTUR  DERMAGA DENGAN SAP 2000 ( PROJECT DERMAGA/ JETTY )

 Sumber : OCDI (The Overseas Coastal Area Development Institute), 2002 : 121

7.        Beban Arus pada Tiang
            Beban yang dihitung akibat perilaku arus terhadap tiang antara lain adalah gaya seret dan gaya angkat. Persamaan yang digunakan dalam menghitung beban arus yang diterima tiang adalah sebagai berikut.

Dimana
FD         = gaya seret akibat arus (kN)
FL          = gaya angkat akibat arus (kN)
A          = luas penampang yang terkena arus (m2)
U          = kecepatan arus rencana (m/det)
ρ0        = berat jenis air laut (1,03 t/m3)
CD         = koefisien geser
CL         = koefisien angkat

8.        Kombinasi Pembebanan
            Perencanaan struktur bangunan diawali dengan menghitung kombinasi pembebanan untuk mendapatkan momen terfaktor (Mu) dan beban terfaktor (Pu). Menurut SNI-2487 (2002 : 59), perencanaan suatu struktur untuk keadaan-keadaan stabil batas, kekuatan batas dan kemampuan layan batas harus memperhitungkan pengaruh-pengaruh dari aksi sebagai akibat dari beban mati, hidup, gelombang, arus dan beban gempa. Kombinasi pembebanan tersebut dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

U = 1,4 D  
U = 1,2 D  +  1,6 L  
U = 1,2 D + 1,0 L + 1,0 E 
U = 1,2 D + 1,0 L - 1,0 E 
U= 1,4 D + 1,4 G + 1,4 A
U= 1,2 D + 1,6 L + 1,2 G + 1,2 A 

            Kuat rencana komponen struktur diambil dari kuat nominalnya yang dikalikan dengan faktor reduksi kekuatan (j ). Besarnya faktor reduksi kekuatan menurut SNI-2487-2002 adalah sebagai berikut :
       Lentur tanpa beban aksial     = 0,80
       Geser dan torsi                           = 0,75
       Tarik aksial dengan lentur     = 0,80
       Tekan aksial dengan lentur   = 0,65                                                                                  

  PERENCANAAN STRUKTUR  DERMAGA DENGAN SAP 2000 ( PROJECT DERMAGA/ JETTY )

PERENCANAAN STRUKTUR  DERMAGA DENGAN SAP 2000 ( PROJECT DERMAGA/ JETTY )